Kumpulan Informasi Bermanfaat & Terbaru

Selasa, 22 September 2020

Cara Investasi Rumah dan Resikonya

Investasi merupakan salah satu hal yang disarankan untuk dilakukan setiap orang karena sangat penting untuk masa tua nanti. Tidak ada batasan berapa usia harus berinvestasi asalkan memiliki modal yang cukup untuk berinvestasi. Biasanya orang yang memiliki modal cukup akan memutuskan untuk investasi properti karena dianggap dapat memberikan keuntungan yang besar.



Investasi properti ini termasuk investasi rumah atau investasi tanah. Keduanya dapat memberikan pendapatan sewa dan capital gain secara bersamaan. Sebenarnya baik itu investasi rumah maupun investasi tanah sama-sama memberikan keuntungan yang besar namun memang banyak yang lebih memilih investasi rumah alasannya mereka membeli rumah seharga 500 juta dan dijual lagi 5 tahun kemudian dan harganya menjadi 700 juta.


Cara Investasi Rumah


Dalam memilih rumah untuk diinvestasikan tentu tidak boleh sembarangan agar bisa mendapatkan keuntungan yang optimal. Cara investasi rumah yang benar yaitu :


1.       Memilih lokasi strategis


Tentu saja anda harus memilih rumah dengan lokasi yang strategis. Sebaiknya pilih lokasi rumah yang mudah diakses dari berbagai tempat. Lokasi rumah yang dekat dengan fasilitas publik juga menjadi nilai tambah. Keamanan area perumahan juga harus menjadi pertimbangan saat membelinya.


2.       Perhatikan harga pasaran


Sangat penting juga untuk memperhatikan harga pasaran rumah yang ingin anda beli sama halnya harga tanah jika anda memutuskan untuk investasi tanah. Bandingkan setiap harga dan juga lihat fasilitas di sekitar area perumahan apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan fasilitas yang didapatkan.


3.       Manfaatkan KPR


Anda bisa memanfaatkan KPR agar bisa membeli rumah dengan harga yang lebih murah bahkan KPR rumah juga menjadi salah satu bentukpembiayaan yang disarankan oleh penasehat keuangan. KPR juga sudah bersifat legal dengan adanya sertifikat. Membeli rumah dengan KPR cocok dijadikan sebagai investasi jangka panjang.


Resiko Investasi Rumah


1.       Biaya perawatan yang besar


Dalam investasi rumah, perhitungan modal bukan hanya harga beli namun juga biaya perawatan. Rumah yang ditinggalkan selama beberapa tahun tanpa adanya perawatan yang tepat tentu akan membuat kualitas rumah menurun. Maka dari itu rumah harus tetap dirawat agar layak untuk dijual di kemudian hari.


2.       Modal yang besar


Semua orang pasti sudah tahu bahwa harga rumah tidaklah murah dengan modal hingga ratusan juta. Apabila sudah pasti ingin berinvestasi rumah tentu harus menyediakan modal yang besar.


3.       Kenaikan suku bunga


Pembelian rumah dengan KPR tentu akan dikenakan suku bunga yang akan menambah biaya total rumah. Jadi hati-hati dalam menghitung kenaikan suku bunga yang akan dikenakan kepada pembeli agar tidak rugi.


4.       Perhatikan cash flow jika mengambil KPR


Apabila anda mengambil KPR, perhatikan cash flow (uang yang dibayarkan dan uang yang didapatkan) selama periode investasi. Uang yang dibayar adalah DP dan angsuran termasuk bunga sedangkan uang yang didapatkan merupakan hasil penjualan rumah atau akhir KPR. Seringkali hal ini tidak diperhatikan sehingga mengalami kerugian atau keuntungan tidak maksimal.


5.       Ekonomi resesi


Investasi properti memang termasuk menguntungkan hanya saja jika ekonomi negara mengalami resesi maka harga rumah akan turun. Tentu saja hal ini akan merugikan investor sehingga harus hati-hati jika ekonomi mengalami resesi.


Selain investasi rumah, alternatif lainnya anda bisa memilih investasi emas karena harga emas yang juga selalu meningkat setiap tahunnya. Apabila memiliki modal yang terjangkau, anda bisa menabung emas digital di Sehatigold.com dengan modal minimum mulai dari Rp 20.000. Anda bisa membeli emas digital kapan saja dan di mana saja kemudian emas digital nantinya dapat di konversi menjadi logam mulia atau perhiasan.


Deskripsi : investasi rumah memiliki keuntungan dan resikonya yang harus dipahami terlebih dahulu agar tidak merugi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar